Jumat, 22 Maret 2013

Kisah Menahan Marah di Zaman Rasulullah SAW.


Suatu hari Rasulullah saw. bertamu ke rumah Abu Bakar Shiddiq. Ketika sedang bercengkrama, tiba-tiba datang seorang Arab Badui menemui Abu Bakar dan langsung mencelanya. Makian, kata-kata kotor keluar dari mulut orang itu. Namun Abu Bakar tidak menghiraukannya. Ia melanjutkan perbincangan dengan Rasulullah. Melihat hal ini Rasulullah tersenyum.

Kemudian orang Arab Badui itu kembali memaki Abu Bakar. Kali ini makian dan hinaannya lebih kasar. Namun dengan keimanan yang kokoh serta kesabarannya, Abu Bakar tetap membiarkan orang tersebut. Rasulullah kembali memberikan senyum.

Semakin marahlah orang Arab Badui ini. Untuk ketiga kalinya ia mencerca Abu Bakar dengan makian yang lebih menyakitkan. Kali ini, sebagai manusia biasa yang memiliki hawa nafsu, Abu Bakar tak dapat menahan amarahnya. Dibalasnya makian orang Arab Badui itu dengan makian pula. Terjadilah perang mulut. Seketika itu Rasulullah beranjak dari tempat duduknya. Ia meninggalkan Abu Bakar tanpa mengucapkan salam.

Melihat hal ini, Abu Bakar sebagai tuan rumah tersadar dan menjadi bingung. Dikejarnya Rasulullah yang sudah sampai ke halaman rumah. Kemudian Abu Bakar berkata: “Wahai Rasulullah, janganlah Anda biarkan aku dalam kebingungan yang sangat. Jika aku berbuat kesalahan, tolong jelaskan kesalahanku”.

Rasulullah menjawab: "Sewaktu ada seorang Arab Badui datang lalu mencelamu, dan engkau tidak menanggapinya, aku tersenyum karena banyak malaikat disekelilingmu yang akan membelamu dihadapan Allah.

Begitupun yang kedua kali ketika ia mencelamu dan engkau tetap membiarkannya, maka para malaikat semakin bertambah jumlahnya. Oleh sebab itu, aku tersenyum kembali.

Namun ketika yang ketiga ia mencelamu dan engkau menanggapinya lalu membalasnya, maka seluruh malaikat pergi meninggalkanmu. Karena iblis hadir disisimu. Oleh karena itu aku tak ingin berdekatan dengannya dan aku tidak memberikan salam kepadanya".

Kamis, 21 Maret 2013

Perasaan Pria?

Untuk urusan perasaan, reaksi pria sangat lambat. Bahkan, menurut Michael Gurian, penulis The Male Brain, pria membutuhkan waktu tujuh jam lebih lama daripada wanita untuk memproses data-data emosi yang kompleks. Pantas jika akhirnya Michael Gurian menyimpulkan bahwa:

  • Lelaki tidak akan segera mengetahui apa yang dirasakan ketika dia sedang merasakan, dan dia membutuhkan waktu yang lebih lama untuk memahaminya.
  • Lelaki tidak dapat mengungkapkan perasaanya ke dalam kata-kata seketika itu, dan cenderung membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mengungkapkannya kepada perempuan, jika dia memilih cara verbal.

Kamis, 14 Maret 2013

Ciyeeeee Curhat!


Akhir 2012

Gue gak ngerti dan gak tau kenapa bisa punya perasaan simpati sama lo. (Simpati? Atau....? Entahlah, gue juga gak ngerti sama apa yang gue rasain).
Inget banget waktu debat di twitter. Walaupun gak secara langsung, tapi sama - sama tau itu tweet buat siapa. Hahahaha konyol! LABIL paraaaaah. Lo tau kan apa yang terjadi selanjutnya?
Gak tau kenapa, walaupun sikap lo kayak gitu, tapi gue gak bisa benci. Malahan, gue masih pengen peduli sama lo, karena gue masih anggap lo temen. Mungkin lo gak tau dan gak akan pernah tau, atau mungkin memang gak mau tau kalo ternyata disini masih ada yang peduli sama lo, merhatiin lo dari jauh.
Gue cuma pengen temenan sama lo lagi, kayak yang lain. Kayak gue temenan sama temen - temen lo. Kayak lo temenan sama yang lain. Itu aja. Walaupun kalo dilihat dari sikap lo, kayaknya memang gak mungkin lagi. Gue pengen temenan sama lo bukan berarti gue gak punya temen lain. Gue cuma gak mau gara – gara hal kecil, malah jadi dibesar – besarin. Sama – sama udah gede kan?
Andai gak pernah ada kejadian waktu itu, mungkin kita masih temenan. Maaf.

Rabu, 13 Maret 2013

Sahabat Itu...

Sahabat itu .. 

ADA” gak cuma pas butuh doang, tapi pas dibutuhin juga ada.
ADA” gak cuma pas seneng doang, tapi pas susah juga ada.
Gak cuma TAKE or GIVE, tapi HARUS take and give!

Sahabat itu .. 

Saling ngebantu, ngingetin, dan ngelurusin ke hal-hal yang positif, bukan malah ngejerumusin ke hal yang negatif.
Kalo ada salah satu yang salah, kasih tau apa kesalahannya. Bukan malah NGEJAUHIN tiba-tiba tanpa sebab & alasan.
Kalo ada masalah, diselesaiin baik-baik. Bukan ngomongin di belakang. Karena gak akan nyelesaiin masalah.
Kalo salah satu gak ada, di cari. Bukan malah nyari pengganti. 

Sahabat itu .. 

GAK ADA kesenjangan sosial antara si miskin dan si kaya. 
Susah seneng di tanggung bareng-bareng, gak cuma pengen senengnya doang. 


Sahabat itu .. Ya sahabat :)

Selasa, 12 Maret 2013

U K A N G


19 April 2011 _ maghrib

Tiba - tiba dateng sendiri ke rumah. Waktu itu kepalanya nongol di jendela
Dikiranya itu 'monkey', taunya bukan
Pas mau di ambil, kakinya nempel terus ke tali + susah lepas
Selalu nutupin muka pake tangannya kalo badannya dipegang
Ternyata itu binatang yang mungkin jarang kita lihat
Pertama ngiranya kuskus, pas searching di google taunya kukang :)
Yah, kukang. Si pemalu..
Sampai akhirnya dia dipelihara di rumah
Waktu itu masih kecil banget, mungkin kepisah sama emaknya
Suka banget sama pir, pisang, nangka, sampai durian juga dia suka (_ _”) zz
Kalo siang dilepas, soalnya itu waktunya dia tidur jadi ga akan kemana - mana. Paling juga tidur di rak sepatu haha
Kalo malem baru dimasukin kandang, soalnya itu waktu dia beraktivitas
Berabe kalo sampai gelantungan di dalem rumah -.-"


Ini waktu hari pertama, berhubung gak punya kandang jadi di masukin ke kardus



Tatap mata saya.. hahaha



Berpose dulu aaaah..



Nyam nyam nyam..



Kandang lama nih



Yeee punya kandang baruuu :D


Sampai akhirnya 17 Juni kemarin dia kabur gara gara pintu kandang lupa ditutup sama adik gue hm..
Dadah ukaaaaaang .. Ati - ati dijalan yaa. Semoga ga ditemuin orang jahat
Harusnya hari ini (19 Juni 2011) udah 2 bulan
Hm ukang, sering - sering kesini yaa (?) hehe :")



- 19.06.11 -

Renungan


Aku minta pada Allah setangkai bunga segar, indah, dan mempesona. Namun Ia beri aku kaktus berduri.
Aku minta pada Allah, binatang mungil nan cantik. Namun Ia beri aku ulat berbulu.
Aku sedih, kecewa, dan bertanya “BETAPA TIDAK ADILNYA INI !!??”
Namun kemudian, kaktus itu berbunga. Indah, bahkan sangat indah.
Ulat berbulu itu pun menjelma menjadi seekor kupu – kupu yang indah nan elok.
Aku terpesona..
Aku tersadar dan merenung..
Itulah jalan Allah..
INDAH PADA WAKTUNYA
Allah tidak memberi apa yang kita inginkan, tapi Ia memberi apa yang kita butuhkan.
Kadang kita sedih, kecewa, terluka.
Tapi kita tidak sadar dan ketahui, jauh di atas segalanya, Ia memberikan yang terbaik untuk hidup kita.
Astaghfirullaah... Ampuni hamba-Mu ini, Yaa Allah..
Karena lupa atas segala nikmat-Mu..
Allaahu Akbar !
Semoga kita termasuk dalam golongan orang – orang yang pandai bersyukur atas nikmat – nikmat-Nya... aamiin...


- 02.08.09 -

Sepatah Kata


Dulu pernah bikin blog, tapi gak pernah dibuka – buka lagi setelah dibikin. Mungkin karena belum tertarik juga. Dan sekarang bikin lagi deh yuhuuuu (telat banget kayaknya).
Sebelum bikin blog ini, gue memang kadang suka ngetik – ngetik gak jelas sih. Jadi mungkin yang gue post, ya ketikan – ketikan gak jelas itu :p
Gue gak pinter bikin kata – kata, apalagi buat bikin tulisan yang bagus. Ini aja gue sebenarnya bingung mulainya dari mana hahaha asal ngetik dan biarkan jari – jari gue menari dengan indah di atas keyboard #lebay.
Bikin blog ini pun cuma karena pengen. Atau mungkin iseng. Itu aja. Gak tau deh ke depannya ini blog bakal keurus atau bernasib sama kayak sebelumnya.
Gue gak punya tema khusus buat blog ini. Apa yang mau gue post, ya gue post.

Yaudah itu aja sih. Terima kasih :D