Assalamu’alaikum warohmatullaahi wabarokatuh..
Teruntukmu yang disana..
Hey kamu yang senang memakai celana berwarna cream J
Berawal dari kegiatan yang kita jalani bersama sewaktu
bulan puasa kemarin (karena kita sama-sama anak organisasi). Dari situ, disaat melihatmu, muncul
perasaan aneh yang aku tak tahu itu apa. Padahal kita belum kenal satu sama
lain. Selang beberapa lama, tak aku risaukan lagi perasaan itu.
Tak tahu kenapa, tiba-tiba aku memimpikanmu. Selama beberapa
hari berturut-turut. Hari itu, awal bulan September. Selama seminggu, kita ada
acara bersama lagi di salah satu lapangan olahraga. Intensitas bertemu dan
melihatmu yang semakin sering, ditambah dengan mimpi tentangmu, membuat
perasaan itu muncul lagi. Kita memang tak pernah ngobrol. Bertanya pun hanya
seperlunya. Tapi diam-diam aku memperhatikanmu. Kamu yang tak pernah
meninggalkan sholat. Karena nyaris setiap kamu sholat, kebetulan aku
melihatnya. Ketika ada satu rangkaian acara yang mempertontonkan para perempuan
dengan pakaian yang bisa dikatakan ‘mini’, para lelaki yang lain sangat
semangat melihatnya. Tetapi kamu tidak. Aku tahu, karena aku memperhatikanmu
saat itu (jika aku tak salah lihat dan ku yakin itu). Kamu justru keluar dari area
dan tidak ikut melihat. Sungguh, itu semakin membuatku kagum padamu.
Beberapa hari lalu, ada ospek di kampus. Para maba
disuruh bikin surat cinta dan kamu dapat surat dari perempuan berkerudung. Dibaca
di depan maba lain dan panitia. Rasanya ituuuuuuuu...........
Ada perempuan yang dengan berani mengirimkan surat
padamu, memfollow dan mention minta di follback sama kamu. Sampai-sampai ada
yang menitip salam untukmu. Sedangkan aku? Hanya bisa menstalking tanpa pernah
berani memfollow. Aku yang hanya bisa memendamnya sendiri, tanpa berusaha menunjukkan
kekagumanku padamu. Aku yang hanya bisa memperhatikanmu diam-diam.
Aku mengagumimu bukan karena fisikmu, bukan karena siapa
kamu di dalam atau di luar kampus, tak peduli bagaimana keadaanmu. Aku
mengagumimu dari sikapmu, dari aura yang kamu pancarkan dalam dirimu. Aku
mengagumi itu semua yang ada didirimu. Aku bisa mengagumimu karena Dia memberikan perasaan itu padaku.
Terima kasih, karena kamu, aku merasa menjadi lebih
baik. Menjadi lebih sering mencurahkan isi hati pada-Nya. Karena hanya Dia yang
tahu isi hati manusia. Aku banyak belajar darimu. Aku pun berusaha introspeksi
diri. Aku ingin berubah menjadi jauh lebih baik. Bukan agar kamu tertarik
padaku. Bukan, bukan itu. Tapi karena disaat aku menginginkan lelaki yang baik,
tidak menutup kemungkinan kamu atau siapapun menginginkan seseorang yang baik
juga kan? Ya, aku akan berusaha. Insya Allah.
Terkadang ingin rasanya mengenalmu lebih dekat. Tapi aku
tak tahu bagaimana caranya. Hanya doa yang bisa ku panjatkan. Walau kamu tak
tahu, Dia tahu semuanya. Tahu perasaan kagumku padamu. Dan jika memang Dia
berkehendak, tidak ada yang tidak mungkin kan?
Tapi aku tak berharap banyak. Cukup dengan melihatmu
saja, aku sudah senang. Karena aku pun tahu diri. Banyak perempuan yang menyukaimu,
yang pastinya cantik-cantik dan jauh lebih baik dariku. Ku rasa, kamu pun sudah
menyukai perempuan lain.
Satu hal yang perlu kamu tahu, untuk ke sekian kalinya
ku katakan, aku mengagumimu J
Wassalam.
